Skip to main content

Fokus pada Self-Improvement daripada kemenangan, bermanfaat bagi atlet muda

Atlet muda belajar lebih banyak kecakapan hidup dan pengembangan karakter ketika coach mereka lebih menekankan iklim kepedulian daripada berfokus pada kompetisi, demikian hasil riset Institute for the Study of Youth Sports dari Universitas Michigan (ScienceDaily, 2012).

Atlet yang bermain dalam suasana yang berfokus pada peningkatan diri lebih menciptakan rasa kerja tim dan mengembangkan inisiatif, keterampilan sosial, dan rasa identitas daripada yang fokus pada kompetisi.

Studi yang dipimpin oleh Daniel Gould dan Larry Lauer ini diterbitkan dalam jurnal Psychology of Sport and Exercise.  Penelitian ini menambah riset yang mendukung tindakan pembinaan dan iklim tim yang diciptakan atlet itu sendiri memiliki pengaruh penting pada pengembangan pribadi atlet. Data peneliti menunjukkan jika pelatih ingin mengembangkan kecakapan hidup dan karakter di masa muda, penting untuk fokus pada peningkatan diri pemain lebih daripada fokus pada kemenangan semata.

Studi ini mensurvei 239 atlet muda dengan menggunakan skala pengukuran Youth Experiences Scale-2, yang mengukur pengalaman pengembangan diri (positif dan negatif). Para atlet, usia 10-19, berasal dari komunitas yang kurang terlayani (tidak ada perhatian khusus dan mengalami hambatan ekonomi, budaya atau bahasa). Studi ini juga menilai iklim peduli, skala iklim motivasi olahraga dan pentingnya coach pada pengembangan psikososial.

Hasilnya jelas menunjukkan bahwa semakin banyak coach menciptakan iklim kepedulian dan berorientasi tugas, semakin besar kemungkinan perkembangan positif akan terjadi. Menciptakan “iklim egosentris” ditemukan sebagai prediktor paling kuat dari pengalaman negatif atlet muda.

Coach harus menciptakan iklim atau suasana agar atlet muda merasa diperhatikan, dihargai, aman dan didukung.  Hal-hal positif ini harus diciptakan. Di sisi lain, pada saat yang sama coach perlu menghindari penciptaan iklim berorientasi ego yang memusatkan perhatian utama pada membandingkan diri atlet muda dengan orang lain.

Referensi:

Daniel Gould, Ryan Flett, Larry Lauer. The relationship between psychosocial developmental and the sports climate experienced by underserved youth. Psychology of Sport and Exercise, 2012; 13 (1): 80 DOI: 10.1016/j.psychsport.2011.07.005

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *